Asal Mula Sholat Tarawih

Diposting oleh senaijder10 pada 21:33, 14-Jul-12

Pada mulanya shalat tarawih disebut dengan istilah “QIYAMU RAMADHAN”. Sebutan shalat tarawih baru ada sejak zaman Khalifah Umar bin Khatab R.A. Ketika syari’at puasa diturunkan kepada Nabi MUHAMMAD SAW, malam harinya beliau ke Masjid untuk melaksanakan Qiyamu Ramadhan (menghidupkan malam Ramadhan) dengan shalat,kemudiandari belakang diikuti umat yang semakin hari semakin banyak . Pada malam ke 4,Nabi MUHAMMAD SAW tak datang ke Masjid untuk melakukannya, para sahabat akhirnya mendatangi beliau seraya bertanya “ya Rasul mengapa tadi malam tak datang ke masjid untuk melaksanakan Qiyamu Ramadhan “. “aku khawatir kalian menganggap bahwa itu ialah shalat wajib” jawab Rasulullah. Kemudian Khalifah Umar bin Khatab berpendapat ‘Bahwa orang-orang yang sedang shalat tarawih sendirian sebaik dikumpulkan menjadi satu dibawah pimpinan seorang imam’ kemudian Khalifah Umar bin Khatab menyuruh Ubay bin Ka’ab seorang sahabat periwayat hadits untuk menjadi imam dan sejak itu shalat tarawih dilaksanakan secara berjama’ah. BILANGAN RAKA’AT SHALAT TARAWIH. Bilangan raka’at shalat tarawih ada 11 atau 23 raka’at. Keduanya benar,ini sering digunakan oleh umat islam di Negara kita.Shalat tarawih 11 raka’at berdasarkan hadist Riwayat aisyah RA.Dan shalat tarawih 23 raka’at diterangkan dalam satu riwayat dizaman Khalifah Umar melkukan shalat tarawih sebanyak 23 raka’at (HR Imam Baihaki). KEUTAMAAN SHALAT TARAWIH. Keutamaan shalat tarawih adalah sangat agung sekali, diantara pahala adalah dapat menghapuskan dosa yang telah lalu, sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang artinya: “Barangsiapa mendirikan shalat malam (menghidupkan malam bulan Ramadhan ) Dengan iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu “.(HR Bukhari Muslim).

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar